Isu Bumi
  • image01
  • image02
  • image03

Pelepasan Nyamuk Transgenik Perlu Konsultasi Publik

Kelompok masyarakat sipil dan lingkungan1 pada dalam siaran persnya 10 April lalu,  memperingatkan Pengambil Kebijakan Organisme  Hasil Rekayasa Genetik  Brazil, CTNBio, yang menyetujui pelepasan komersial nyamuk rekayasa genetik (transgenik) di Brazil tanpa konsultasi publik yang lengkap, akses atas data uji coba lapangan yang konklusif dan rencana pemantauan pasca pelepasan.  Kelompok ini memperingatkan bahwa konsekuensi transgenik bagi kesehatan manusia dan lingkungan kurang dipahami, dan perlu dikaji lebih lanjut.

Nyamuk Aedes aegypti transgenik dikembangbiakkan oleh perusahaan Inggris, Oxitec. Keputusan pelepasan ini juga didukung oleh lobi yang kuat oleh Pemerintah Inggris untuk mencoba menciptakan pasar ekspor untuk produk-produknya2. Perusahaan ini memiliki hubungan dekat dengan perusahaan agribisnis Syngenta yang mengembangbiakkan serangga trasngenik, seperti lalat buah transgenik, yang pada tahap uji coba dan persetujuan untuk ujicoba lapangan tertunda di Brazil.

“Tidak ada data yang menunjukkan bahwa nyamuk transgenik ini benar-benar mengurangi insiden deman berdarah. Dalam persetujuan untuk penggunaan komersial, keputusan lebih didasarkan pada propaganda daripada data konkret studi lapangan,” kata Gabriel Fernandes, penasihat  organisasi Brazil, AS-PTA.

“Serangga transgenik berisiko dan tidak efektif.  Oxitec adalah sebuah karya yang buruk  ekspor Inggris ke Brazil. Sebuah keinginan putus asa untuk menopang industri bioteknologi Inggris dan investor modal ventura, dan seharusnya tidak membutakan Pemerintah Inggris dan Brazil atas risiko teknologi ini,” kata Dr Helen Wallace, Direktur GeneWatch Inggris.

Oxitec belum menerbitkan hasil yang konklusif dari percobaannya di  Brazil, yang dimulai pada bulan Februari 2011. Hasil dari ujicoba sebelumnya dengan nyamuk transgenik yang sama di Kepulauan Cayman menunjukkan  bahwa teknologi ini tidak efektif, dibutuhkan pelepasan diperkirakan lebih dari 7 juta nyamuk transgenik seminggu untuk menekan populasi liar yang awalnya hanya 20 ribu nyamuk, diikuti oleh rasio pelepasan berikutnya  2,8  juta seminggu3. Jumlah nyamuk disekitarnya juga tampak meningkat  selama pelepasan.4

Pelepasan nyamuk transgenik menimbulkan risiko yang kurang dipahami terhadap kesehatan manusia dan lingkungan5:

- Ujicoba yang dilakukan Oxitec tidak menyertakan pemantauan dampak pada penyakit dan perusahaan telah gagal untuk mempertimbangkan kemungkinan dampak negatif terhadap kejadian dengue atau demam berdarah dengue. Ini adalah kelalaian serius karena kejadian demam  berdarah bisa lebih buruk jika teknologi ini hanya mengatasi sebagian atau  sementara, karena efek kompleks pada kekebalan manusia terhadap empat  jenis virus dengue.

- Ada resiko lingkungan  adalah bahwa jumlah Aedes albopictus (nyamuk tiger asia), yang juga membawa dengue, dapat meningkat sebagai hasil  dari pelepasan dan dapat berkembang di daerah baru.

- Tidak ada tes toksisitas yang diterbitkan untuk menunjukkan bahwa menelan nyamuk transgenik atau digigit nyamuk transgenic betina, aman bagi manusia, hewan peliharaan dan satwa liar.

- Keturunan nyamuk Oxitec transgenik memiliki tingkat kelangsungan hidup sekitar 3 persen. (catatan redaksi: nyamuk transgenik didesain untuk sulit berkembang biak). Tetapi kelangsungan hidup nyamuk transgenik  meningkat menjadi 18 persen ketika diberi makanan yang digunakan industri ternak yang terkontaminasi dengan tetrasiklin, salah satu jenis antibiotik. Artinya teknologi yang membatasi reproduksi nyamuk transgenik kemungkinan  akan runtuh jika mereka menemukan antibiotik tetrasiklin umum di lingkungan, atau jika nyamuk trasngenik berevolusi resistensi terhadap mekanisme pembunuhan genetik dari waktu ke waktu.

Oxitec telah memodifikasi secara genetik strain non-asli Aedes aegypti yang dapat mengubah transmisi dengue atau penyakit lain dimana ia dilepaskan. Transmisi penyakit nyamuk belum diuji dan cenderung menyebar  ke populasi nyamuk liar.

Sumber selengkapnya: http://www.biosafety-info.net/article.php?aid=1060

Beberapa catatan:

1)    Merupakan rilis pers yang dilakukan oleh Third World Network, AS-PTA, Red América Latina Libre de Transgénicos, Gene Watch Inggris.

2)    Pejabat pemerintah Inggris,  George Osborne, baru baru ini mengunjungi Brazil untuk mempromosikan produk-produk ekspor kerajaan Inggris ,dan memperpanjang fasillitas pengurangan pajak untuk penelitian dan pengembangan khususnya sebagai bantuan kepada perusahaan. Oxitec telah memisahkan diri dari Universitas Oxford, yang masih menjadi salah satu investor utamanya bersama dengan perusahaan modal ventura, Oxford Capital Partners dan multimilyuner Boston Landon Clay. Oxitec telah menerima lebih dari 2,5 juta pounsterling dalam bentuk hibah dari pembayar pajak dari lembaga yang didanani oleh pemerintah Inggris, Biotechnology dan Biological Sciences Research Council (BBSRC), umumnya dalam bentuk proyek bersama dengan Universitas Oxford. Klaim-klaim keuntungan yang tidak substansial (didasarkan pada hasil-hasil ilmiah yang tidak dipublikasikan) telah secara luas dipormosikan oleh BBC, dimana ketuanya Lord Patten juga merupakan pejabat di Universitas Oxford. Berdasarkan azas Kebebasan Informasi yang diminta oleh GeneWatch Inggris, telah mengungkap bahwa pemerintah Brazil dan Inggris telah membuat persetujuan rahasia untuk mengkomersialisasi serangga transgenik yang diproduksi oleh Oxitec pada tahun 2007, apapun bukti ilmiah yang ada.

3)    Lihat Winskill P, Harris AF, Morgan SA, et al. (2014) Genetic control of Aedesaegypti: data-driven modelling to assess the effect of releasing different life stages and the potential for long-term suppression. Parasites & Vectors 7(1):68.

4)    Dari Harris AF, McKemey AR, Nimmo D, Curtis Z, Black I, Morgan SA, Oviedo MN, Lacroix R, Naish N, Morrison NI, Collado A, Stevenson J, Scaife S, Dafa’alla T, Fu G, Phillips C, Miles A, Raduan N, Kelly N, Beech C, Donnelly CA, Petrie WD, Alphey L (2012) Successful suppression of a field mosquito population by sustained release of engineered male mosquitoes. Nat. Biotech., 30(9), 828–830. Kenaikan di daerah sekitar juga ditemukan dalam ujicoba di Brazil.

5)    Lihat buku Genetically Modified Mosquitoes: Ongoing Concerns. Oleh Helen Wallace. 2013. Seri TWN Biotechnology & Biosafety no 15. Bisa diunduh di http://twnside.org.sg/title2/biosafety/pdf/bio15.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>