Isu Bumi
  • image01
  • image02
  • image03

Kurangnya Pengetahuan tentang Perubahan Iklim

Jing Han – 07 Jan 2011

Indonesia merupakan kawasan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, tapi juga sebagai salah satu kawasan tertinggi yang mengalami deforestasi, degradasi hutan dan emisi gas rumah kaca. Setiap tahun, ribuan penduduk Indonesia telah kehilangan tempat tinggal karena banjir. Kondisi ini mendesak bagi Indonesia untuk mengambil langkah menghentikan pemanasan global dan perubahan iklim. Namun, sebagian besar penduduk Indonesia tampaknya belum mengetahui tentang masalah perubahan iklim.

Mereka bahkan tidak tahu apa perubahan iklim. “Saya membaca tentang perubahan iklim di surat kabar, tapi saya benar-benar tidak tahu apa itu,” kata seorang pria yang enggan menyebutkan namanya awal Desember 2010. “Kami tidak diberitahu tentang perubahan iklim,” kata seorang wanita lainnya. “Kita tahu banjir besar, tapi kami tidak berpikir penyebabnya perubahan iklim.”

Fakta menunjukkan bahwa isu perubahan iklim lebih dirasakan sebagai sebuah kata akademik, bukan dari fakta di sekitar kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebagian besar orang tidak tahu bahwa kehidupan mereka adalah bagian dari alasan dan hasil dari perubahan iklim, dan mereka tidak tahu bahwa mereka sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya.

Menurut British Council, tingkat pengetahuan masyarakat tentang masalah ini cenderung terbatas, karena penyebab perubahan iklim berada agak di luar realitas mereka sendiri. Apa yang mereka tahu dalam konteks lokal mereka, seperti peningkatan suhu lokal atau banjir yang sporadis, dan orang-orang gagal membuat hubungan sebab-akibat antara gejala yang berbeda. Oleh karena itu, British Council percaya bahwa pendidikan memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesadaran. Namun, saat ini pendidikan iklimi tidak ada di banyak negara, termasuk Indonesia (British Council, 2010).

Inga Makusheva dari Australian National University (ANU), sudah akrab dengan “pendidikan iklim”. Sebagai anggota organisasi Green ANU, ia aktif dalam publikasi melindungi lingkungan hidup. Menurutnya, lembaga lingkungan Pemerintah Australia telah memulai pendidikan iklim beberapa tahun yang lalu, yaitu dimulai dengan mengatakan tentang perubahan iklim pada semua orang, bagaimana perubahan iklim mempengaruhi lingkungan dan kehidupan kita, dan apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya.

Dengan melihat dari website salah satu Pemerintah Australia, juga dapat menemukan link informasi tentang perubahan iklim besar, tren iklim jangka panjang, bagaimana iklim mempengaruhi lingkungan perkotaan, kesehatan dan seterusnya. Inga mengatakan bahwa masyarakat Australia mendapat pendidikan tentang lingkungan hidup dan perubahan iklim sejak berada di SMP, dan sekarang anak sekolah dasar juga mengambil kursus alam dan sosial yang berbicara tentang perubahan iklim.

British Council percaya bahwa pendidikan tentang iklim, bisa berperan dalam pengembangan kapasitas dan sumber daya serta kurikulum di daerah setempat. Penelitian ini dilakukan di lima kota yang berbeda, mewakili konteks lingkungan yang berbeda: dari lingkungan yang dikembangkan dengan baik namun sangat terganggu dengan lingkungan yang relatif murni terbelakang dari daerah hutan tropis. Target wilayah yang dipilih adalah Yogyakarta, Surabaya, Samarinda dan Jayapura. Satu lokasi tambahan dimasukkan ke dalam penelitian ini adalah Malang (Jawa Timur) setelah usulan dari relawan British Council setempat.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga metodologi yang berbeda. Kuesioner didistribusikan di antara siswa dan guru SD, SMP dan SMA. Wawancara mendalam dengan beberapa dosen di tingkat universitas, dan Focus Group Discussions (FGD) dengan para praktisi pendidikan setempat, termasuk guru, dosen, mahasiswa, staf kantor pendidikan setempat, dan aktivis LSM. Penelitian berlangsung selama dua belas minggu, survei lapangan, pengumpulan data, dan analisa data dilakukan antara bulan Maret dan Juni 2008.

Sumber Bacaan:

Australian Government, Bureau of Meteorology, 2010, Climate Education, diakses 13 Desember, 2010. (http://www.bom.gov.au/lam/climate/index.htm)

British Council, 2010, Climate education, diakses 13 Desember, 2010. (http://www.britishcouncil.org/indonesia-society-climate-education.htm)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>