Isu Bumi
  • image01
  • image02
  • image03

Tersembunyi, Nyamuk Transgenik Miliki Tingkat Kelangsungan Hidup Tinggi di Alam Liar

Disarikan Ani Purwati – 17 Jan 2012

Sebuah dokumen internal rahasia yang diperoleh kelompok masyarakat sipil menunjukkan nyamuk hasil rekayasa genetik (transgenik) yang dijelaskan produsennya, perusahaan Inggris Oxitec, sebagai “steril” sebenarnya tidak steril dan keturunan mereka memiliki tingkat 15 persen bertahan hidup dengan antibiotik tetrasiklin umum. Demikian menurut siaran pers Friends of the Earth Amerika Serikat, GeneWatch UK and Third World Network, 12 Januari 2012.

Dalam studi yang dijelaskan dalam dokumen ini, nyamuk transgenik diberi makan makanan kucing yang mengandung ayam yang terkontaminasi dengan tetrasiklin tingkat rendah dan sebagian besar nyamuk tetap mampu mereproduksi, dengan keturunan mereka yang masih hidup sampai dewasa (1).

Sebuah dokumen yang disampaikan kepada GeneWatch Inggris di bawah undang-undang kebebasan informasi, menunjukkan bahwa perusahaan mencoba untuk menyembunyikan bukti bahwa teknologi akan gagal untuk mencegah reproduksi dengan rendahnya tingkat kontaminasi tetrasiklin (2).

Teknologi Oxitec bertujuan untuk mencegah keturunan nyamuk transgenik bertahan hidup di alam liar. Fakta bahwa teknologi itu gagal dengan tetrasiklin tingkat rendah menimbulkan keprihatinan masyarakat, meningkatkan momok nyamuk transgenik yang masih hidup dan berkembang biak, menghasilkan populasi nyamuk transgenik dewasa, termasuk transgenik betina yang dapat menggigit dan menularkan penyakit.

Antibiotik tetrasiklin secara luas digunakan di bidang pertanian dan muncul dalam limbah seperti industri daging ternak. Nyamuk pembawa demam berdarah yang dikenal berkembang biak di lingkungan yang terkontaminasi dengan kotoran dimana mereka mungkin mengalami kontaminasi tetrasiklin secara luas (3).

Kegagalan teknologi dengan kontaminasi tetrasiklin dapat menyebabkan pembiasan dalam kasus penyakit dan gigitan nyamuk betina transgenik dapat menyebabkan dampak yang tidak diketahui terhadap kesehatan manusia, seperti alergi. Implikasi ekologis dari nyamuk transgenik yang bertahan hidup dan berkembang biak juga tidak diketahui.

Bahkan tanpa adanya kontaminasi tetrasiklin, nyamuk transgenik yang bertahan hidup di laboratorium pada tingkat sekitar 3 persen. Di lapangan, ini akan diterjemahkan ke dalam sejumlah besar korban, mengingat jutaan nyamuk transgenik yang terus menerus dilepaskan untuk mempertahankan tujuan penekanan populasi.

Eric Hoffman dari Friends of theEarth Amerika mengatakan “Fakta bahwa Oxitec menyembunyikan data dari publik telah merusak kredibilitasnya. Pernyataa Oxitec tidak bisa dipercaya. Uji dari nyamuk tidak harus dilanjutkan tanpa adanya tinjauan yang komprehensif dan tidak memihak pada risiko kesehatan, lingkungan manusia dan etika. Uji tersebut juga harus menunggu pembentukan kerangka peraturan yang jelas dan dirancang dengan baik, yang belum ada.”

Helen Wallace, Direktur GeneWatch Inggris mengatakan “Tidak mungkin untuk menilai kesehatan atau risiko lingkungan jika informasi penting disembunyikan dari pengawasan publik. Dokumen rahasia ini mengungkapkan, cacat mendasar dalam teknologi Oxitec itu seharusnya menghentikan percobaan mereka. Kepentingan komersial Oxitec adalah dalam konflik dengan kebutuhan untuk penelitian ilmiah yang cermat dan informasi publik yang jujur ​​dan transparan.”

Lim Li Ching dari Third World Network berkata “Informasi dalam dokumen ini benar-benar mengabaikan kajian risiko uji lapangan yang telah dilakukan sampai saat ini. Orang-orang telah disesatkan tentang risiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Apakah regulator kita sepenuhnya sadar tentang masalah mendasar dengan teknologi Oxitec itu?”

Lucia Ortiz dari Friends of the Earth Brazil mengatakan “Oxitec menggunakan daerah miskin di Selatan, seperti kota-kota di wilayah Timur Laut Brazil, sebagai laboratorium untuk nyamuk transgenik. Hal ini terjadi walaupun fakta Oxitec belum terbukti bahwa nyamuk aman untuk orang-orang atau lingkungan, mereka juga belum terbuka dan jujur ​​dengan masyarakat setempat tentang kemungkinan risiko teknologi. Berita ini hanya menyoroti kebutuhan data nyamuk semua perusahaan terbuka untuk publik sehingga masyarakat dan pemerintah daerah dapat membuat keputusan mengenai apakah mereka ingin atau tidak nyamuk transgenik dalam komunitas mereka. Oxitec hanyalah contoh dari perusahaan yang mencoba untuk membuat keuntungan dari krisis kesehatan, iklim dan lingkungan masyarakat. Dengan adanya berita ini, Oxitec di Brazil harus menghentikan sampai masyarakat yang terkena dampak memiliki waktu untuk meninjau risiko nyata yang ditimbulkan oleh nyamuk trangenik.”

Nyamuk transgenik dimaksudkan untuk mengurangi populasi liar denganmelalui perkawinan dengan nyamuk alami dan menghasilkan keturunan yang tidak bertahan hidup, sehingga mengurangi populasi dan transmisi penyakit demam berdarah tropis. Perusahaan telah banyak dikritik karena menempatkan kepentingan komersial di atas keselamatan publik dan lingkungan (4). Pelepasan pertama dari nyamuk transgenik berlangsung kontroversial di Kepulauan Cayman, dimana tidak ada hukum atau peraturan biosafety (keamanan hayati). Staf Oxitec  telah terlibat dalam mengembangkan pedoman penilaian risiko untuk serangga transgenik di seluruh dunia, yang mengarah pada kekekhawatiran tentang kurangnya pengawasan independen dan konflik kepentingan.

Negara lain dimana pelepasan nyamuk transgenik Oxitec telah diusulkan termasuk Panama,India, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Costa Rika dan Trinidad & Tobago. Perusahaan juga telah mengusulkan pelepasan ngengat transgenic yang menggunakan kembali teknologi yang sama di Inggris, dengan tujuan mengurangi dampak hama ini pada tanaman kubis.

Temuan yang terungkap dalam dokumen serius mempertanyakan setiap penggunaan teknologi yang dipatenkan RIDL Oxitec itu tergantung pada penggunaan tetrasiklin sebagai saklar kimia untuk memungkinkan berkembang biaknya serangga transgenik di laboratorium.

Sumber selengkapnya: http://www.twnside.org.sg/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>