Isu Bumi
  • image01
  • image02
  • image03

Perubahan Iklim: Kesepakatan atas “REDD-plus”

Sesi ke-42 dari Badan Pendukung Ilmiah dan Teknologi (SBSTA 42) berakhir pada tan11 Juni 2015 dengan kesepakatan untuk mengatasi emisi dari kegiatan kehutanan.

Item agenda nomor 4 adalah tentang “Panduan metodologis untuk kegiatan yang berkaitan dengan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan serta peran konservasi, pengelolaan hutan lestari dan peningkatan cadangan karbon hutan di negara berkembang” atau disebut REDD-plus.

Setelah perundingan intensif selama minggu pertama SBSTA 42 (1-11 Juni), para pihak mencapai kesepakatan pada tanggal 9 Juni tentang masalah ini dan mengadopsi draft kesimpulan yang meliputi tiga bidang diskusi: pengamanan (safeguards), pendekatan berbasis non-pasar (non-market based approach), dan manfaat non-karbon (non-carbon benefits).

Dokumen sekarang akan disampaikan kepada pertemuan ke-21 Konferensi Para Pihak (COP) di Paris Perancis pada akhir tahun ini untuk dibahas dan diadopsi secara formal.

Tentang safeguard, SBSTA menyelesaikan panduan lebih lanjut untuk memastikan transparansi, konsistensi, kelengkapan dan efektivitas ketika menginformasikan tentang bagaimana semua safeguard sebagaimana dimaksud dalam keputusan 1 / CP.16 (Desember 2010), Lampiran I, yang sedang ditangani dan diperhatikan. Sepakat untuk merekomendasikan draft keputusan mengenai hal ini untuk dibahas dan diadopsi di COP 21.

Tentang pendekatan berbasis non-pasar, SBSTA menyelesaikan pembahasan tentang pengembangan panduan metodologi pendekatan berbasis non-pasar seperti pendekatan mitigasi dan adaptasi bersama (joint mitigation and adaptation – JMA) untuk pengelolaan hutan secara integral dan berkelanjutan. Sepakat untuk merekomendasikan draft (rancangan) keputusan tentang pendekatan kebijakan alternatif, seperti pendekatan JMA untuk pengelolaan hutan secara integral dan berkelanjutan, untuk dibahas dan diadopsi di COP 21.

Tentang manfaat non-karbon, SBSTA menyelesaikan pembahasan isu metodologis terkait dengan manfaat non-karbon yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam keputusan 1 / CP.16, ayat 70.

Dalam penutupan, Ketua SBSTA, Lidia Wojtal (Polandia) mengatakan, bahwa hal ini telah dibahas selama 10 tahun dan hasilnya akan memungkinkan pelaksanaan penuh REDD-plus. Kelompok-kelompok negara juga menyambut kesimpulan dari agenda ini dengan Kelompok 77 dan China menekankan perlunya negara-negara maju untuk meningkatkan dukungan untuk pelaksanaan yang efektif.

Setelah pernyataan Wojtal bahwa agenda “sekarang dapat dianggap ditutup”, para pihak bertepuk tangan sebelum Wojtal mengadopsi dokumen tersebut.

Agenda penting lainnya dari SBSTA 42 adalah isu-isu yang berkaitan dengan pertanian; kajian 2013-2015; dampak dari pelaksanaan aksi tanggungjawab; mekanisme pasar dan non-pasar di bawah Konvensi; dan isu-isu metodologis di bawah Protokol Kyoto.

Afrika Selatan berbicara untuk Kelompok 77 dan China (G77 dan China) menyambut baik kemajuan yang dicapai selama sesi ini atas sejumlah agenda tetapi pada saat yang sama prihatin karena tidak ada kemajuan, atau sangat sedikit kemajuan, telah dibuat pihak lain. “Sayangnya hal ini akan menempatkan kita semua di bawah tekanan untuk menyelesaikan masalah ini di Paris pada saat kita harus menyimpulkan perundingan yang intens di bawah Kelompok Kerja Ad Hoc Platform Durban untuk Peningkatan Aksi (Ad Hoc Working Group on the Durban Platform for Enhanced Action-ADP),” kata Afrika Selatan.

Kelompok 77 dan China ingin mengingatkan bahwa isu-isu yang berkaitan dengan pertanian, seharusnya konstruktif dalam dua sesi workshop selama SBSTA 42. Laporan yang akan dibahas dalam SBSTA 43 pada lokakarya ini harus lengkap dan menangkap pandangan pihak negara berkembang, dengan mempertimbangkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas adaptasi pertanian untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim. Kelompok G77 dan China mengatakan, kerentanan dari sektor pertanian dan hubungannya dengan jutaan penghidupan, ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan, akan terus menjadi prioritas utama bagi negara-negara berkembang.

Tentang (forum dan program kerja tentang dampak dari pelaksanaan – the forum and work programme on impact of the implementation of response measures), Kelompok G77 dan China menegaskan kembali pentingnya untuk memberikan pertimbangan penuh pada tindakan apa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dan keprihatinan pihak negara berkembang yang timbul dari dampak pelaksanaan tindakan tanggungjawab, sesuai dengan prinsip-prinsip dan ketentuan Konvensi. Kita perlu terus pertimbangkan masalah di sesi berikutnya di Paris, untuk mengadopsi keputusan tentang agenda ini di Paris. Kami siap untuk terus terlibat secara konstruktif terhadap resolusi dari masalah ini.

Tentang REDD-plus, Kelompok G77 dan China menyambut kesimpulan dalam sesi ini, tiga rancangan keputusan untuk COP, menandai akhir dari proses perundingan 10 tahun. Dengan kesimpulan dari perundingan panduan metodologi untuk REDD-plus, sekarang sampai pada negara-negara maju untuk meningkatkan dan menguatkan dukungan pada semua tahapan kegiatan REDD-plus, untuk menggerakkan kita secara efektif ke dalam pelaksanaan Kerangka Warsawa untuk REDD -plus. Dalam konteks ini, Kelompok G77 dan China juga menyambut keputusan dalam pendekatan kebijakan alternatif, seperti JMA untuk pengelolaan hutan secara integral dan berkelanjutan.

Tentang agenda 9 (a) dan (c) yang berhubungan dengan Pasal 5, 7 dan 8 dari Protokol Kyoto (Kyoto Protocol-KP) dan Bagian G (terkait dengan Pasal 3 ayat 7 ter dari KP) dari Amandment (Perubahan) Doha (pada periode komitmen kedua untuk pengurangan emisi), Afrika Selatan mengatakan Kelompok G77 dan China telah bekerja secara konstruktif untuk menghasilkan klarifikasi yang diperlukan pada aturan ini. Aturan-aturan ini diperlukan untuk mencapai pelaksanaan yang berkelanjutan dan efektif dari periode komitmen kedua (CP2) dari KP dengan cara mempertahankan integritas lingkungan dari komitmen yang disepakati di Doha (COP18 tahun 2012), dan Kelompok G77 dan China telah menunjukkan fleksibilitas luar biasa dalam kepentingan pelaksanaan.

Kelompok G77 dan China berharap untuk bekerja secara konstruktif dengan mitra di Paris untuk menyelesaikan isu yang beredar sambil menjaga integritas aturan KP, dan tanpa melemahkan komitmen lebih lanjut dari Annex I untuk CP2 (komitmen periode kedua).

Maladewa mewakili Aliansi Negara Kepulauan Kecil (Alliance of Small Island StatesAOSIS) mengatakan hasil kajian dari 2013-2015 penanda bahwa pemanasan global hingga 2oC akan berdampak yang tidak selaras dengan tujuan utama Konvensi. Maladewa kecewa bahwa para pihak tidak dapat mencapai kesepakatan. AOSIS menyebutkan bahwa tujuan global jangka panjang tidak memadai dan harus diperkuat untuk (kenaikan suhu hingga) 1.5oC agar memenuhi tujuan akhir (Konvensi).

Uni Eropa (UE) mengucapkan terima kasih kepada Ketua SBSTA untuk manajemen waktu yang efektif dan fleksibilitas dalam memberikan slot pertemuan tambahan untuk menemukan kesepakatan sebanyak mungkin sehingga agenda SBSTA dapat efisien untuk Paris.

Meskipun diskusi panjang hingga akhir malam, Uni Eropa senang bahwa para pihak bisa mensepakati atas ketiga sub-item di bawah REDD-plus yaitu, perlindungan, manfaat non-karbon dan pendekatan JMA. Uni Eropa juga senang melihat kemajuan atas isu-isu yang berkaitan dengan pertanian dan ingin mengucapkan selamat atas keberhasilan menyelesaikan dua di sesi lokakarya.

Tentang metodologi pelaporan informasi keuangan oleh Annex I, Uni Eropa senang telah melihat partisipasi konstruktif dalam hal SBSTA-SBI-Komisi Lokakarya Keuangan dan pandangan ke depan untuk ringkasan oleh Sekretariat.

Meskipun diskusi yang tidak mudah, Uni Eropa percaya bahwa para pihak telah membuat kemajuan yang baik berkaitan dengan langkah-langkah tanggung jawab dan sesi ini telah menyediakan platform yang diperlukan bagi para pihak untuk mengembangkan upaya menyelesaikan diskusi ini di Paris.

Diringkas dari tulisan SBSTA: Agreement on “REDD-plus” but other key issues to be resolved in Paris oleh Hilary Chiew. TWN Bonn News Update No.17. 15 Juni 2015. www.twn.my.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *