Isu Bumi
  • image01
  • image02
  • image03

AS katakan tidak pada aturan top down target pengurangan emisi

Meena Raman – 09 Apr 2011

Pada lokakarya pra-sesi tentang target pengurangan emisi oleh Pihak negara maju di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) yang diselenggarakan di Bangkok tanggal 3 April, Amerika Serikat (AS) mengatakan tidak dapat mendukung suatu rezim internasional atau struktur aturan-aturan top down untuk menetapkan target pengurangan emisi dan konsekuensi untuk ketidakpatuhan (non-compliance).

Dr Jonathan Pershing mengatakan bahwa AS telah membuat pernyataan pengurangan emisi 17% pada tahun 2020 berdasarkan tingkat 2005 dan komitmen untuk itu serta proses review. AS tidak mengadopsi Protokol Kyoto dan tidak untuk struktur aturan top down yang ditetapkan pihak lain.

Selama lokakarya, ia menekankan bahwa kepatuhan akan datang dari negara-negara dengan hukum nasionalnya. Tetapi ia juga mengatakan bahwa Kongres AS tidak meloloskan pembiayaan iklim dan ia tidak tahu kapan mereka akan melakukannya.

Pershing mengatakan bahwa ini meragukan jika ada rezim internasional dengan konsekuensi bila tidak memenuhi target yang ditetapkan. Jika Para Pihak dapat mencapai target emisi dalam negeri dan membuat rezim dalam negeri yang mengikat secara hukum maka akan menjadi langkah maju yang besar. Dia mengatakan bahwa Para Pihak kemudian bisa membandingkan dan menilai dalam konteks tindakan dalam negeri mereka dan transparansi yang akan memberikan keyakinan yang dibutuhkan Para Pihak.

Tentang masalah kepatuhan, untuk AS, Pershing mengatakan bahwa ini dalam konteks hukum domestik (dan bukan rezim internasional). Dia mengatakan bahwa ada konsekuensi besar untuk ketidakpatuhan dalam hukum nasional dan akan berlaku untuk perdagangan, energi, standar udara bersih dan lain-lain

Namun, Pershing juga menjelaskan, dalam menanggapi pertanyaan, bahwa AS tidak memiliki undang-undang nasional yang meliputi target pengurangan, karena Konggres memiliki kewenangan independen dan “kita tidak tahu kapan akan mengeluarkan hukum.”

Dr Jonathan Pershing berbicara dalam lokakarya pra-sesi tentang asumsi dan kondisi yang terkait dengan pencapaian target pengurangan emisi ekonomi terukur oleh Para Pihak negara maju yang diadakan setelah keputusan Cancun.

Konferensi Para Pihak (COP) pada sidang ke-16 di Cancun mencatat target pengurangan emisi terukur yang luas untuk dilaksanakan oleh Para Pihak Annex 1 sebagaimana disampaikan oleh mereka. Selanjutnya COP meminta sekretariat untuk menyelenggarakan lokakarya yang mengklarifikasi asumsi dan kondisi yang berkaitan dengan pencapaian target ini. Keputusan COP juga mendesak negara maju untuk meningkatkan ambisi target mereka dan meminta sekretariat untuk menyiapkan kertas teknis dengan tujuan mempermudah pemahaman dari asumsi dan kondisi serta perbandingan tingkat upaya pengurangan emisi. 

Putaran pertama lokakarya ini diselenggarakan di Bangkok terkait dengan sesi ke-14 dari Kelompok Kerja Ad-hoc aksi Kersama Jangka Panjang (AWGLCA) mulai dari 5 sampai 8 April.

Lokakarya ini difasilitasi oleh dua ketua, Mr Richard Muyungi Tanzania dan Mr Maas Goote dari Belanda. Juga dihadiri Christiana Figueres, Sekretaris Eksekutif UNFCCC.

Pada lokakarya ini Para Pihak menyampaikan presentasi, diantaranya dari Amerika Serikat, Uni Eropa, G77 dan China, Norwegia, Australia, Perancis, Swiss, Aliansi Negara Kepulauan Kecil, Selandia Baru, Jerman, Rusia, India, Swedia, Jepang, Polandia, Bolivia, Inggris dan Islandia.

Perwakilan AS, Jonathan Pershing mengatakan bahwa komitmen mitigasi AS dalam kisaran pengurangan emisi 17% pada tahun 2020 dibandingkan tingkat tahun 2005 yang sesuai dengan antisipasi energi AS dan peraturan iklim mengakui bahwa target akhir akan dilaporkan kepada Sekretariat UNFCCC dalam undang-undang yang berlaku.

Dia menjelaskan bahwa komitmen ini terdiri dari tindakan mitigasi dalam negeri dengan tidak bergantung pada offset karbon internasional. Itu adalah target ekonomi yang luas, yang tidak dibatasi oleh sektor.

Pershing mengatakan bahwa tren emisi AS telah menurun dari 2005 hingga 2009 ke 8% pada tingkat di bawah 2005.

Dia mengatakan bahwa sampai dengan tahun lalu, pemerintahan Presiden Obama telah mengejar program dari perdagangan tetapi ini tidak diloloskan Kongres AS. Sejak itu, AS telah bekerja pada kebijakan alternatif dengan tingkat dasar peningkatan dukungan untuk energi bersih, efisiensi energi dan lain-lain.

Sehubungan dengan perdagangan emisi dan offset, Pershing mengatakan bahwaAS tidak memiliki undang-undang federal dalam hal ini, sementara beberapanegara bagian melakukannya. Dalam konteks hukum federal baru di masa depan, ini mungkin disertakan dan mekanisme apapun akan memenuhi standar yang tinggi untuk integritas lingkungan dan transparansi. Listen

Pershing mengatakan bahwa AS dalam model yang mencerminkan keadaan nasional.

Pada waktu pertanyaan, Korea mengatakan bahwa Para Pihak penasaran tentang tanggal atau tahun, kapan AS akan mengadopsi undang-undang tentang perubahan iklim.

Pershing mengatakan bahwa AS telah melaporkan pada sesi sebelumnya di Bonn, sedang mencari undang-undang yang tampak menjanjikan, yang mencakup perdagangan karbon dan sebagainya. Tapi itu tidak lolos.

Pershing juga berbicara tentang masalah perbandingan usaha antara negara-negara maju, prinsip yang disepakati dalam Bali Action Plan. (Pada sebagian besar diskusi dan data yang disediakan oleh negara-negara maju, target pengurangan emisi yang diberikan dari tahun dasar 1990 hingga tahun 2020).

Namun Pershing menegaskan kembali pernyataan posisi AS tentang target tahun 2020 dengan tahun dasar 2005. Dia mengatakan bahwa ada cara yang berbeda untuk membuat perbandingan, dan dalam beberapa cara ini target AS sebanding dengan negara-negara maju lainnya.

Sebagai contoh, jika target diambil sebagai tahun 2020 dari tingkat tahun 1990, pengurangan yang ditargetkan 3,1% untuk AS, 25% untuk Jepang, 20-30% untuk Uni Eropa dan Australia 10%. Namun berdasarkan ukuran lain atau bertahun-tahun, AS sebanding. Berdasarkan tingkat 2005 dibandingkan dengan tahun 2020, ia mengatakan bahwa target AS adalah 17%, Uni Eropa 13-24%, Jepang 33% dan Australia 10-20%. Berdasarkan pengurangan emisi per kapita 1990-2020, ia mengatakan bahwa AS sebanding dengan 28-29%, Uni Eropa 21-31%, Australia 35% dan Jepang 25%. Dia mengatakan bahwa AS juga sebanding dalam hal pengurangan intensitas gas rumah kaca (2005-2020), dengan AS memiliki pengurangan 40%, Uni Eropa 38-45% dan Jepang 50%.

Pershing menekankan bahwa AS memiliki perspektif yang berbeda pada masalah perbandingan. Dia mengatakan bahwa ia tidak percaya bahwa Para Pihak bisa setuju pada metrik tunggal untuk perbandingan. Tahun 1990 (sebagai tahun dasar) tidak bekerja untuk AS. Untuk AS, 2005 adalah tahun dasar digunakan untuk membandingkan pengurangan emisi.

(Artikel ini disarikan oleh Ani Purwati dari http://www.twnside.org.sg/title2/climate/news/bangkok03/bkk3_news_up01.pdf)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>