Isu Bumi
  • image01
  • image02
  • image03

Ijin Penanaman Kedelai Transgenik Dicabut di Semenanjung Yucatan Meksiko

Sebuah kelompok petani yang juga peternak lebah di Semenanjung Yucatan Meksiko telah memenangkan gugatan atas perusahaan raksasa transgenik, Monsanto. Kemenangan petani madu telah membalikkan rencana, perusahaan Monsanto untuk menanam ribuan hektare tanaman kedelai transgenik yang mengandung pestisida Roundup.

Hakim Negara bagian Yucatan, bulan lalu telah menarik ijin Monsanto yang diberikan oleh Kementrian Pertanian Meksiko, SAGARPA dan Lembaga Perlindungan Lingkungan, SEMARNAT pada tahun 2012 yang memberikan ijin untuk penanaman kedelai trasngenik atau rekayasa genetika RR (roundup ready).

Ijin tersebut memberikan otorisasi kepada Monsanto untuk menanam kedelai di tujuh negara bagian, dalam area seluas sekitar 253 ribu hektare, atau sekitar 625 ribu acre. Ijin tersebut diberikan di tengah protes dari ribuan petani suku Indian Maya dan peternak lebah, organisasi non-pemerintah (LSM) Greenpeace, Komisi Nasional Meksiko untuk Pengetahuan dan Penggunaan Keragaman Hayati; Komisi Nasional Daerah-daerah Perlindungan Alam; Institut Nasional Ekologi.

Dalam keputusannya yang menarik ijin Monsanto, Hakim diyakinkan atas bukti ilmiah yang dipresentasikan di pengadilan mengenai ancaman yang diberikan oleh tanaman kedelai transgenik pada produksi madu di Semenanjung Yucatan, termasuk diantaranya Campeche, Quintana Roo dan Negara bagian Yucatán. Ko-eksistensi (kehidupan yang hidup berdampingan) antara produksi madu dan tanaman kedelai transgenik tidak dimungkinkan, demikian keputusan hakim.

Meksiko adalah salah satu produsen madu terbesar dan eksportir madu ketiga terbesar dunia. Sekitar 25 ribu keluarga di Semenanjung Yucatan tergantung dari produksi madu, dan produksinya sebagian besar diekspor ke Uni Eropa (UE). Ini bukan jumlah yang kecil, pada tahun 2011, UE telah mengimpor madu dari Meksiko senilai US$. 54 juta.

Kekhawatirannya berganda. Tanaman transgenik RR – seperti kedelai, jagung, kanola, gula bit, kapas, dan alfalfa telah dimanipulasi untuk tahan pada glifosate (glyphosate), yang merupakan zat aktif dari Roundup.

Beberapa argumentasi mengatakan bahwa glifosat beresiko pada kesehatan hewan dan manusia, hal yang ditolak oleh Monsanto dan perusahaan agrobisnis lain.

Tambahan atas resiko pada kesehatan, kerusakan lingkungan pada tanah, air dan koloni lebah yang berkelin dan cepat telah dikaitkan dengan penggunaan glifosat, yang mengancam ketahanan pangan, dan air di seluruh dunia.

Tanaman transgenik dapat merusak pasar ekspor madu utama bagi pemelihara lebah Meksiko di Eropa. Penjualan madu yang didapati dengan serbuk sari dari bunga tanaman transgenik dibatasi dengan ketat, setelah keputusan Pengadilan Tinggi UE (court of justice) pada tahun 2011.

Keputusan tersebut menyebutkan madu yang dihasilkan dari tanaman transgenik atau modifikasi genetik yang tidak disetujui untuk pangan manusia, termasuk beberapa kedelai dan pakan hewan, dilarang dijual di UE. Madu dengan lebih dari 0,9 persen kandungan serbuk sari (pollen) dari tanaman transgenik yang disetujui sebagai pangan harus dilabel ‘mengandung transgenik’ dan tidak dapat dipasarkan sebagai produk organik. Beberapa Negara seperti Jerman, menolak madu yang mengandung serbuk sari tanaman transgenik apapun.

Sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Campeche dimana sekitar 10 ribu hektare tanaman kedelai transgenik diijinkan untuk ditanam pada tahun 2012, ditemukan serbuk sari transgenik dalam beberapa contoh madu yang ditujukan untuk pasar Eropa. Ini kata penelitinya akan mengancam industri madu. Pandangan ini berlawanan dengan posisi yang diambil oleh Sagarpa dan kelompok industri yang mengatakan bahwa kedelai transgenik tidak akan didatangi atau diserbuki oleh lebah yang mencari makan karena kedelai transgenik dapat menyerbuki diri sendiri (self-pollinated).

Keputusan atas kasus Monsanto dikomentari oleh koran nasional La Jornada yang menyalahkan pemerintah Meksiko yang mengabaikan keprihatinan yang meluas atas tanaman transgenik dan memaksa para penentangnya bertempur di pengadilan dengan perusahaan multinasional. Pemerintah disebutkan berambisi untuk menghapuskan kelaparan menjadi tidak sejalan dengan keputusannya untuk memperbolehkan perusahaan multinasional seperti Monsanto untuk memperkenalkan tanaman transgenik, demikian editorial koran tersebut menyebutkan.

Inti dari keputusan adalah konstitusi Meksiko, terutama kewajiban pemerintah untuk mengkonsultasikan secara penuh kepada komunitas setempat sebelum membuat keputusan apapun tentang apa yang akan terjadi, apa yang akan ditanam di atas teritorinya. Hakim juga memerintahkan untuk menghentikan penanaman dan memberikan waktu enam bulan kepada Sagarpa untuk menjalankan konsultasi secara penuh dan layak dengan petani setempat, yang seharusnya dilakukan sebelum ijin tersebut diberikan pada tahun 2012.

Kejadian serupa (penanaman tanaman trasngenik) juga menimbulkan gugatan pengadilan yang menghasilkan keputusan yang mirip, yaitu hakim di distrik Campeche di Maret 2014.

Dua keputusan hakim ini telah memberikan preseden yang membantu petani, aktivis kampanye dan para pecinta lingkungan mengambil langkah hukum melawan penyebaran tanaman jagung dan kedelai transgenik. Dimana pemerintah federal melakukannya tanpa konsultasi dan berseberangan dengan nasehat para ahli.

Tetapi ini adalah hal yang beresiko tinggi untuk dimainkan, dimana komunitas setempat dipaksa berkelahi dengan pemerintah mereka sendiri dan perusahaan multinasional yang dilengkapi dengan pengacara mahal, hanya untuk mendapatkan hak konstitusinya dihormati dan melindungi cara tradisional mereka dalam pertanian dan kehidupan.

Monsanto mungkin akan mengajukan banding atas keputusan tersebut ke pengadilan yang lebih tinggi.

Ini pertarungan David dan raksasa Goliath yang lebih dari sekedar madu.

Diringkas dan diterjemahkan dari http://www.theguardian.com/global-development/poverty-matters/2014/aug/08/sweet-victory-beekeepers-monsanto-gm-soybeans

1 Comment

  1. Marcos Reply

    I am totally wowed and prrpeaed to take the next step now.

Leave a Reply to Marcos Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>