Isu Bumi
  • image01
  • image02
  • image03

Dengan Intensif, Masyarakat Lebih Peduli Sampah

Ani Purwati – 03 Aug 2009

Dengan transparansi adanya intensif dana pengelolaan sampah, masyarakat Jakarta bisa peduli sampah. Masyarakat Jakarta masih bersifat pragmatis yaitu lebih membutuhkan dana dalam bentuk uang daripada bentuk lainnya.
“Namun dinas terkait tidak melakukan upaya maksimal seperti sosialisasi. Dinas terkait di Jakarta hanya mengeluarkan bentuk fisik dalam bantuan pengelolaan sampah,” jelas Maun dari Koalisi LSM Peduli Persampahan Nasional di sela acara “Four Days for Earth” yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Perbankan Indonesia (STEKPI), di Kampus STEKPIi, Jakarta (24/7).
Menurut Maun, kondisi itu mengakibatkan kurangnya kepedulian masyarakat ibukota dalam pengelolaan sampah. Selain itu sifat konsumtif masyarakat yang tinggi juga mengakibatkan makin tingginya sampah yang dihasilkan. Bermacam sampah sebagian besar berasal dari kemasan produk yang dibeli masyarakat dari produsen.
Sehingga selayaknya para produsen bisa memberi kontribusi dalam pengelolaan sampah kemasan produknya. Baik dalam bentuk intensif kepada masyarakat yang mengelola sampah, memberdayakan komunitas masyarakat ataupun secara langsung mengelolanya sendiri.
Hal itu juga sudah diatur dalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Bahwa produsen berkewajiban mencantumkan label mengenai pengurangan dan penanganan sampah serta mengelola kemasan dari barang yang diproduksinya.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup juga menyatakan bahwa paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi, misalnya untuk energi, kompos, pupuk ataupun untuk bahan baku industri. Pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dari hulu ke hilir, dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan, penggunaan kembali dan pendauran ulang. Sedangkan kegiatan penanganan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir.
Namun yang terpenting juga menurut pendamping masyarakat seputar TPA Bantar Gebang, Bekasi ini, adalah sinergi dalam pengelolaan sampah. Antara lembaga pendidikan, BUMN dan dinas pemerintah. Selain itu merubah gaya hidup masyarakat agar tidak konsumtif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>