Isu Bumi
  • image01
  • image02
  • image03

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Tanaman Padi

Setyo Rahardjo – 28 Aug 2008

 Pada tanggal 26-27 Agustus 2008, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadi tuan rumah Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) IX yang merupakan ajang pertemuan empat tahunan para pakar pangan dan gizi dari seluruh Indonesia.

 Pada acara yang diadakan di hotel terkemuka di Jakarta itu, salah satu pembicaranya adalah seorang peneliti LIPI, yakni Dr. Inez Loedin dari Puslit Bioteknologi LIPI. Pada hari kedua acara tersebut, Rabu (27/8), ia memaparkan hasil penelitiannya tentang ”Dampak Perubahan Iklim pada Tanaman Padi”.

Menurutnya, perubahan iklim sangat berdampak pada produktivitas tanaman padi. Misalnya terjadinya perubahan pola hujan. Jika musim penghujan mundur 30 hari, akibatnya curah hujan bisa mundur sampai 75 persen. ”Menurunnya curah hujan ini akan mengakibatkan kekeringan dan terjadinya banjir di musim hujan,” ujarnya.

Peneliti yang aktif melakukan riset di Internasional Rice Research Institute (IRRI) ini juga menjelaskan bahwa dampak lain yang tak kalah serius adalah El Nino akan lebih sering terjadi sehingga berdampak pada terlambatnya musim panen.

 “Terlambatnya musim panen berpengaruh langsung pada penurunan pendapatan petani,” tambahnya.

 Bahkan dari laporan IPCC tahun 2007 disebutkan bahwa hari akan lebih panas,  peningkatan suhu akan terjadi di berbagai belahan dunia. Khusus untuk Indonesia akan lebih sering terjadi bencana alam.

Hal ini tentunya akan berdampak langsung pada tanaman padi karena padi adalah satu tanaman yang pada fase-fase tertentu sangat sensitive terhadap panas. Pada setiap 1 derajat kenaikan suhu di malam hari akan menurunkan 10 persen tingkat kesuburan padi. ”Ini bisa dilihat dari menurunnya hasil produksi IR 64 (padi yang paling banyak ditanam di Indonesia) dari 6 ton menjadi hanya 1,5 ton per ha,” terangnya.

Ia kemudian juga menyoroti masalah penerapan teknologi pertanian. Menurutnya, untuk meningkatkan produktivitas padi, maka penerapan penelitian dan teknologi pertanian tidak bisa ditunda lagi. Apalagi pada kenyataannya produksi padi di Indonesia selama 10 tahun terakhir ini stagnan karena rendahnya investasi riset pertanian di bidang pangan dan gizi.

Untuk itu, Inez menjelaskan perlunya digalakkannya kembali investasi riset di bidang pertanian, meskipun mungkin hasilnya baru bisa dinikmati dalam jangka panjang (minimal 15 tahun ke kemudian).

“Sekarang ini kita perlu mengembangkan riset dan teknologi untuk mengembangkan varietas padi yang tahan kekeringan dengan jalan memperbaiki nutrisi tanah. Bahkan sekarang juga sedang dikembangkan padi yang tahan banjir selama 17 hari,” tandas Inez.

 

MDGs

 Sebelumnya, dalam sebuah siaran pers terkait acara Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) IX ini, Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, selaku Kepala LIPI menyampaikan bahwa dalam WNPG kali ini, tema yang diusung adalah “Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Gizi untuk Mencapai Millenium Development Goals (MDGs)”.

Permasalahan pangan dan gizi saat ini mengalami perkembangan sangat cepat dan komplek. Perubahan iklim global, serta meningkatnya harga minyak dunia, telah mendorong meningkatnya penggunaan hasil pertanian untuk pangan, bahan energi dan pakan ternak.

Dalam hal aksesibilitas terhadap pangan, bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang amat besar di masa yang akan datang. “Untuk itu, kita dituntut mampu menyediakan kebutuhan pangan yang cukup untuk sekitar 247 juta jiwa pada tahun 2015 dan sekitar 261 juta jiwa pada tahun 2020,” ungkapnya.

 Ia juga menandaskan bahwa di bidang penelitian pangan dan gizi terdapat beberapa kelemahan seperti sumber daya maupun infrastruktur penelitian. Banyak masalah pangan dan gizi yang sifatnya lebih memerlukan pendekatan lintas sektoral tidak terakomodasi oleh kebijakan pemerintah.

”Untuk itu perlu adanya dukungan penelitian supaya menghasilkan data dan informasi yang akurat, terpercaya, dan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan pangan dan gizi nasional,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>